Ketika Mahasiswi Jatuh Cinta kepada Dosennya

ketika mahasiswi jatuh cinta kepada dosennya

Pepatah cinta itu buta bisa jadi tidaklah mitos. Buktinya Ririn( nama samaran), sempat jatuh cinta kepada laki- laki berumur 40 tahunan. Sementara itu kala itu usia perempuan tersebut baru tiba 22 tahun. Benar jika ketika mahasiswi jatuh cinta kepada dosennya cukup mengejutkan.

Walaupun umur si pacar nyaris 2 kali usia Ririn, tetapi dia senantiasa mantap dalam melaksanakan hubungannya. Kepada Okezone, Ririn menggambarkan detik- detik cinta berkembang di hatinya setelah itu bersinambung ke pacaran.

Ririn ialah mahasiswi di salah satu akademi besar di Jakarta Utara. Sebaliknya laki- laki yang dia kasihi tersebut ialah dosesnnya sendiri.

“ Dini suka kala berjumpa mengajar mata pelajaran. Kebetulan jatah bolos habis serta aku lagi sakit gigi. Aku bilang sama temen sampaikan ke ayah ganteng( dosen) izin kembali, tetapi tolong diabsenin. Nyatanya di informasikan betulan sampai Urip( nama samaran) jadi ge’ er( red. dibawa ke perasaan), terus ngepoin( red. mau ketahui),” cetus Ririn, kepada Fbo303.

Sehabis itu terjalinlah ikatan yang lebih intens, obrolan lewat media sosial juga tidak bisa dihindari. Sampai keakraban mereka juga bersinambung kala terletak di kampus, serta benih- benih cinta terus menjadi bersemi.

“ Terus ia nge- chat di line, dari sana kenalan deh. Kami mulai dekat sehabis kelas ia berakhir. Enggak lama skripsi ia masih kerap timbul di ruang dialog. Ia nyamperin terus temen kampus jadi pada tau deh,” lanjutnya.

Ikatan mereka juga terus menjadi dekat sehabis keduanya memutuskan buat jalur bareng ke sesuatu pusat perbelanjaan di Jakarta. Kala itu Ririn menemani Urip bertugas. Di dikala seperti itu Urip memutuskan buat berpacaran dengan Ririn. Ketika mahasiswi jatuh cinta kepada dosennya sendiri.

“ Sehabis dekat, jalur ke Mangdus( Red. pusat perbelanjaan modern) buat menemani ia menandatangani skripsi anak dari kampus lain. Waktu jalur di eskalator Urip nanya‘ Ingin jadi pacar saya gak?’ Dari sana deh kita memutuskan buat berpacaran,” sambung Ririn.

Sehabis formal berpacaran, Ririn sering menemani si pacar di ruang dialog dalam bibliotek. Terkadang perempuan ini pula turut masuk ke dalam kelas tempat pacarnya tersebut mengajar.

“ Dini pacaran suka nemenin Urip di discuss room serta turut kelas ia. Pacarannya sekira sebulanan. Ia pula bandar judi uang asli kerap menolong dalam pembuatan skripsi. Dari sana aku ngerasa ia orang baik, tidak hanya itu sebab kerap bareng aku jadi ngerasa aman,” cetusnya.

Tetapi ikatan asmara beda umur mereka wajib gagal dalam tempo yang relatif kilat. Salah satu alibi yang membuat Ririn jadi ragu terhadap Urip merupakan komitmennya yang belum ingin sungguh- sungguh serta masih ingin happy- happy.

“ Alibi hanya sebulan berpacaran, sebab ia masih belum ingin sungguh- sungguh serta masih ingin happy- happy. Ia sempat mengaku trauma berpacaran sebab ditinggal mati si pacar. Tidak hanya itu Urip pula ganjen kepada perempuan lain serta masih bahagia dengan dunia malam,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *