Penjelasan Konsep Wisata Halal Danau Toba

konsep wisata halal danau toba

Beberapa hari yang lalu, gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengatakan ia ingin menjadikan Danau Toba sebagai sirkuit halal. Pernyataan itu memunculkan pro dan kontra. Tidak sedikit orang yang menolak keinginan ini. Dengan konsep wisata halal danau toba tentu akan sangat berguna.

Senin lalu, lusinan siswa yang bergabung dengan Aliansi Mahasiswa Kepedulian Danau Toba berdemonstrasi di depan kantor gubernur untuk menolak proposal tersebut.

Beberapa bahkan mengajukan petisi online tentang hal itu. Untuk mengurangi kontroversi, pemerintah provinsi Sumatera Utara mengadakan konferensi pers untuk menyelaraskan konsep pariwisata halal.

Selain itu, penjelasan juga diungkapkan melalui akun Twitter @HumasPemprovsu. Akun tersebut telah memposting video yang menjelaskan konsep pariwisata halal.

“Wisata halal bukanlah islamisasi, itu adalah jaminan untuk tidak menghilangkan budaya asal. #Wisatahalal #wendidlindonesia #danautoba #humassumut”, kata laporan yang dikutip oleh Okezone, Rabu (09/9) 04/2019).

Dalam video, yang berlangsung sekitar dua menit, dijelaskan bahwa menyediakan produk wisata halal tidak berarti menerapkan hukum Islam dan melarang pertunjukan budaya di tujuan wisata.

“Wisata halal tidak lebih dari upaya untuk menarik pasar wisata Muslim. Anda melakukan ini dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk wisatawan Muslim lokal dan asing. Terlebih lagi, mayoritas wisatawan asing di Sumatera Utara adalah Orang Malaysia (36,22%) yang sebagian besar Muslim, “tulis penjelasan dalam video itu.

Penjelasan selanjutnya mengatakan bahwa pariwisata halal adalah ceruk pasar penting di dunia karena meningkatnya jumlah wisatawan Muslim. Diperkirakan pada tahun 2020, jumlah wisatawan asialive88 Muslim di dunia mencapai 158 juta orang. Ini harus digunakan. Kini konsep wisata halal danau toba akan terus maju untuk dikembangkan.

“Indonesia sendiri adalah salah satu negara wisata halal yang paling banyak dikunjungi, dan negara-negara non-Muslim seperti Inggris juga telah berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata halal. turis halal, diikuti oleh Jepang di tempat ke-4 “, menjelaskan penjelasan dalam video.

Di akhir video, meningkatnya jumlah wisatawan akan berdampak langsung pada ekonomi lokal. Salah satunya adalah efek pengganda, karena menyangkut banyak sektor seperti industri perhotelan, transportasi, kerajinan dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, melalui cuitan, humas Provinsi Sumatera Utara juga fokus pada konsep wisata halal di Danau Toba, yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan Muslim.

Diharapkan cara ini akan menggerakkan roda ekonomi di sana. Selain itu, pemerintah pusat telah menjadikan Danau Toba sebagai prioritas dan prioritas tujuan wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *