Keseharian Zul Zivilia di Dalam Penjara Hingga Jadi Imam Salat

keseharian Zul Zivilia di dalam penjara

Penyanyi grup Zivilia, Zul atau Zul Zivilia mulai beradaptasi dengan status tahanannya. Ketika dia bertemu saat sesi tindak lanjut kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Zul mengakui bahwa dia mulai merasa nyaman dengan lingkungan. Seperti inilah keseharian Zul Zivilia di dalam penjara yang sudah membaik.

“Ya, saya bisa terima situasinya, enak sekali, semuanya punya hikmah,” kata Zul Zivilia, Senin (9/9/2019).

Zul Zivilia diseret ke dalam kasus narkoba setelah ditangkap dengan tiga tersangka lain di daerah Kelapa Gading, Jakarta pada 1 Maret 2019. Hasil penangkapan memungkinkan polisi untuk mendapatkan bukti berdasarkan berupa 9,5 kg narkotika metamfetamin dan 24.000 tablet ekstasi.

Setelah pingsan, Zul perlahan bangkit di balik jeruji. Keinginan Zul Zivilia untuk mempelajari ilmu agama berbanding lurus dengan dukungan orang-orang di sekitarnya yang memintanya untuk menjadi pemimpin doa.

“Hafalin Alquran, saya menjadi seorang imam di sana, dan di distrik Barito saya menjadi pemimpin doa,” kata pemimpin kelompok yang mempopulerkan lagu Aishiteru.

Meski demikian, masih ada sesuatu deposit judi pulsa yang melekat di benak Zul hingga saat ini. Karena kantor kejaksaan tidak mengizinkan Zul untuk bertemu rekan-rekannya di Zivilia. Dengan keseharian Zul Zivilia di dalam penjara sebagai imam Salat tentu sangat membantunya untuk bangkit.

“Untuk saat ini, belum dikunjungi, karena harus terlebih dahulu diserahkan ke Kejaksaan Agung,” katanya.

Untuk kecanduan narkoba, Zul Zivilia didakwa melanggar Pasal 112, Anak Perusahaan, Pasal 132 dan / atau Pasal 114, Pasal 132 RI No. 35 tahun 2009 UU Narkotika. Dalam rangkaian artikel di atas, Zul dihukum dengan hukuman mati atau hukuman mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *