Tsania Marwa Kecewa Karena Keputusan Hakim

Tsania Marwa kecewa karena keputusan hakim

Vonis perjuangan hak asuh anak antara mantan suaminya, Atalarik Syach dan Tsania Marwa dibacakan oleh Pengadilan Agama Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/4/2019). Dari hasil itu Tsania Marwa kecewa karena keputusan hakim yang tidak memenangkannya.

Menurut putusan itu, Atalarik dan Tsania Marwa keduanya memiliki hak untuk dapat merawat bayi mereka, Aisyah Shabira dan Syarif Muhammad Fajri.

Sebelum hakim membaca putusan hari ini, Atalarik mengatakan mereka telah menawarkan Tsania Marwa untuk tidak mengunjungi putranya di sekolah, tetapi di rumah. Namun, tawaran yang dibuat oleh Atalarik itu ternyata ditolak langsung oleh Tsania Marwa.

“Jadi sejak 3 bulan lalu, di depan Hakim Atalarik dengan saya sebagai pengacaranya, ia telah menawarkan Marwa, untuk mengunjungi anak-anak, tidak perlu lagi pergi ke sekolah, tetapi untuk berkunjung langsung ke rumah. Selama dua hari kerja, dan sekali hari “Dengan pilihan itu, jika¬†998bet ini berjalan dengan baik, ia sering dapat bertemu dengan anak – anak. Tetapi Tsania Marwa telah ditolak sepenuhnya sampai sekarang, “kata Junaidi ketika ditemui di Pengadilan Agama Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

“Sampai sekarang belum diputuskan, jika Anda melihat saya dan pengacara Marwa dipanggil oleh hakim ke atas, ia menawarkan Marwa untuk menerima, tetapi menolaknya langsung. Marwa hanya ingin bertemu di sekolah,” lanjutnya.

Mengetahui hasil dengar pendapat dari asisten dan pengacaranya, bintang film In Mihrab Cinta belum menanggapi. Tsania Marwa kecewa karena keputusan hakim dan dilaporkan memilih untuk tidak menghadiri persidangan karena kesehatannya yang buruk.

“Saya memberi tahu keluarga Marwa. Tidak ada percakapan, saya kecewa, benar, kami ingin mereka berdua hanya mendapatkan satu,” jelas asisten Tsania Marwa, Erna.

“Aku sedang tidak enak badan. Karena aku mungkin takut keputusanku tidak seperti yang kamu inginkan, jadi aku mewakili Marwa untuk berterima kasih kepada teman-temanku yang telah mengikuti perkembangan Marwa selama dua tahun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *