Jokowi Akan Melakukan Pendekatan Dengan Papua

Jokowi akan melakukan pendekatan dengan Papua

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa sejak awal pendekatan yang diambil untuk mengatasi masalah di Papua adalah dialog dan peningkatan kesejahteraan rakyat Papua. Memang benar Jokowi akan melakukan pendekatan dengan Papua untuk masalah ini.

Hal ini diungkapkan oleh Jokowi ketika menanggapi konflik Papua, yang diwarnai oleh berbagai demonstrasi dan kerusuhan belakangan ini.

“Tujuannya adalah untuk membangun kepercayaan (trust) dari masyarakat untuk pemerintah,” katanya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/9/2019) dalam pertemuan dengan beberapa editor media terkemuka.

Karena alasan ini, ia sering mengunjungi Papua, setidaknya dua atau tiga kali setahun. Dalam lima tahun terakhir, Jokowi telah mengunjungi Papua dua belas kali.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah juga membangun pos perbatasan yang lebih baik dan lebih besar untuk membuat orang Papua bangga.

Mengenai pengelolaan konflik Papua, ia melihat perbedaan persepsi di masyarakat Papua tentang pengelolaan pemerintah pusat untuk menghadapi berbagai masalah di Papua. Kabar Jokowi akan melakukan pendekatan dengan Papua memang benar adanya.

“Untuk pendekatan Papua, dialog dan kesejahteraan harus mendapat prioritas, tetapi ada pendapat berbeda bahwa Jokowi dan Jakarta berbeda,” katanya.

“Perbedaan ini masih dicari dan saya terhubung,” tambah Jokowi.

Dia menambahkan bahwa pemerintah juga telah memberikan tindakan tegas kepada pemerintah daerah agar rakyat Papua dapat menikmati hasil bolapelangi dari sumber daya alam yang ada.

Jika pemerintah seharusnya mengambil banyak Papua, itu adalah asumsi yang salah. Karena pemerintah mendapat Rp26 miliar dari Freeport dan Bintuni. Sebaliknya, pemerintah telah menganggarkan dalam anggaran negara (DAU dan DAK) sebesar Rp92 miliar.

Dia juga menekankan bahwa pemerintah akan menjamin pelaksanaan otonomi khusus dan penggunaan dana otonomi khusus untuk lebih spesifik, terutama karena sudah ada kepercayaan publik.

“Kepercayaan sudah ada, sekitar 90 persen orang Papua mempercayai pemerintah. Hanya untuk satu kata, itu terjadi seperti kemarin. Membangun kepercayaan bukan satu atau dua hari,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *