Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Ditangkap

Tersangka Pengibaran Bendera Bintang Kejora Ditangkap

Polisi Jakarta menahan delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diduga mengibarkan bendera bintang pagi di istana negara. Hingga saat ini tersangka pengibaran Bendera Bintang Kejora ditangkap dan dirahasikan.

Namun, polisi mempertahankan tempat penahanan delapan tersangka. Pihak berwenang juga tidak menjelaskan mengapa tempat penahanan belum diungkapkan kepada publik.

“Kantor polisi ada di mana saja,” Argo Yuwono, kepala komisaris humas polisi di Jakarta, mengatakan kepada kantornya di Jakarta, Minggu (9/1/2019).

Ketika ditanya apakah delapan tersangka ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Argo tidak menjawab dengan jelas. Menurutnya, penahanan dapat dilakukan di mana saja, asalkan itu adalah tanggung jawab kepolisian daerah Wilayah Metropolitan Jaya.

“Tidak hanya ke polisi daerah, bahkan di kantor polisi, ke brigade mobil polisi,” kata Argo.

Sekelompok orang dari Papua mengunjungi polisi Jakarta kemarin. Mereka berkumpul di pintu untuk meminta klarifikasi tentang berita penangkapan temannya. Benar bahwa pengibaran Bendera Bintang Kejora ditangkap oleh pihak polisi.

Argo menambahkan bahwa, sejauh ini, delapan tersangka telah diancam melanggar pasal 106 dan 110 KUHP, yang mengatur apa yang disebut pengkhianatan. “Faktanya adalah poker pulsa bahwa ini berkaitan dengan keamanan negara, ada artikel dalam KUHP dan Pasal 106 dan 110,” kata Argo.

Pasal 106 menetapkan bahwa pengkhianatan sehingga semua atau sebagian dari wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan bagian dari Negara dari yang lain terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman dari penjara selama maksimal dua puluh tahun.

Sementara pasal 110 berbunyi sebagai berikut, konspirasi untuk melakukan kejahatan berdasarkan pasal 104, 106, 107 dan 108 terancam atas dasar ancaman pidana yang terkandung dalam pasal-pasal itu.

Argo menambahkan bahwa, pada saat itu, ia terus memperdalam peran masing-masing dari delapan tersangka.

“Jelas bahwa para penyelidik semakin dalam dan masih melihat orang-orang yang telah kami rekrut,” simpul Argo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *